Kamis, 26 Maret 2015

ALAM SEMESTA DAN WAKTU

الاوقت في الانتظار الفلصفة _ يونس ابن
WAKTU DALAM PANDANGAN FILSAFAT
BAB : ALAM SEMESTA DAN WAKTU
Pernahkah kita melihat proses pembuatan video animasi film kartun?
Marilah kita pelajari waktu dari contoh sederhana itu.
Film animasi kartun seperti "donald bebek" terlihat sangat nyata bukan? Layaknya sebuah rekaman video yang kita ambil dari lingkungan disekitar kita. Tapi tahukah bahwa video "donald bebek" itu sebenarnya ditangkap dari gambar-gambar dua dimensi. Dimana setiap satu lembar gambar mewakili satu waktu 'saat ini' dan satu lembar berikutnya mewakili satu saat waktu berikutnya.
Gambar-gambar itu dibuat sedemikian rupa dari lembaran satu ke lembaran selanjutnya menjadi goresan halus sebuah pergerakan. Dan ketika gambar-gambar dua dimensi itu kita buka berurutan dengan jeda waktu yang sama disetiap lembarnya maka terlihatlah gambar-gambar itu menjadi sebuah satu kesatuan yang seakan-akan hidup dan mempunyai waktu dan ruang. Gambar2 dua dimensi itu menjadi satu kesatuan membentuk unsur ruang yang mempunyai dimensi x,y dan z.
Kemudian bayangkanlah lembaran2 gambar dua dimensi itu adalah foto2 keadaan kita 7 detik yang lalu, 6 detik yang lalu, 5 detik yang lalu, 4 detik yang lalu 3 detik yang lalu, 2 detik yang lalu, 1 detik yang lalu, 0 detik (saat ini), 1 detik yang akan datang, 2 detik yang akan datang...dst. kita buka foto foto berurutan itu dengan jeda waktu yang sama maka akan kita dapati sebuah ruang yang seakan2 hidup.
Dari contoh sederhana diatas sudah tergambarkah korelasi WAKTU dan ALAM SEMESTA dibenak kita?
Bersambung....
Yunus ibnu 12 Rabiul awal 1435 H.

MUTIARA KECANTIKAN

Kecantikan adalah berkas cahaya yang merepresentasikan keindahan wajah seorang wanita. Kecantikan terpancar dari kulit tak kasat mata yaitu kulit cahaya.
Maka ketahuilah Sebagaimana mulut mengkonsumsi makanan, hidung menghirup udara dan telinga mendengar suara begitupun dengan mata. Ia mengkonsumsi cahaya yang terpancar dari suatu benda termasuk berkas cahaya yang dipancarkan oleh wajah seorang wanita. Disinilah letak perbedaan antara wanita yg menjaga kecantikannya dan wanita yang mengumbar kecantikannya untuk dikonsumsi khalayak umum. wanita yang mengumbar kecantikannya sudah tentu ia akan lebih banyak kehilangan mutiara-mutiara cahaya wajahnya karena diserap (red. dimakan) oleh mata-mata yang memandanganya. Jika cahaya dalam wajah wanita itu di analogikan dengan kulit kasat mata, maka wanita yang banyak mengumbar kecantikannya itu akan terlihat jauh lebih keriput.
Ibnumatta