A.
PENDAHULUAN
Dunia dan alam semesta ini sesungguhnya sebagian besar
adalah ghoib. Hanya saat ini saja yang nyata. Yang lalu menjadi ghoib di alam
fikiran dan yang akan datang jg ghoib. Apakah kita masih menganggap hari
kemarin adalah nyata? Sedang kita tidak akan bisa menjumpainya lagi. Yang telah
lalu menjadi sebuah gambaran yang terakumulasi di alam fikiran yang tidak beda
dari sebuah mimpi. Allah menempatkan kita di alam
nyata ini hanya beberapa saat saja (sepersekian detik) selebihnya adalah sebuah
hakikat alam ghoib yang justru sekan2 terlihat tidak ada. Allah menyembunyikan
alam ghoib itu dibalik waktu sesaat (baca : waktu saat ini) yang nilainya tidak
lebih dari satu detik. Bayangkanlah betapa
sempitnya waktu nyata alam semesta ini, lewat begitu cepat sesaat nyata sesaat
kemudian menjadi ghoib.
Allah Ta’ala berfirman,
وَالْعَصْرِ (1)
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat
menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).
Dijelaskan dalam ayat itu suatu hubungan antara waktu dan
kesabaran. Waktu yang diumpamakan garis lurus dan kesabaran sebagai sebuah
sifat dimana manusia tidak akan bisa melompati satu titik pun dari garis waktu
itu, hanya bisa terdiam dan menunggu (dalam kerangka waktu) dengan nilai
koefisien statis 1/c. Lalu Kemanakah kita akan lari dari waktu, setiap waktu
yang berjalan hanya satu titik yang dituju. Waktu tidak akan pernah bercabang
selagi kita masih berada di alam nyata sesaat ini. Dan bila Allah menghendaki
waktu itu menjadi bercabang maka hal itu berarti Dia akan memindahkan kita ke
waktu dalam dimensi lain dan kita telah hilang waktu nyata yang sesaat itu
(baca : kematian ). Dan kita
menunggu garis lurus waktu kita di titik yang mana akan berbelok.
A.
CAHAYA PEMBENTUK RUANG
Cahaya adalah unsur philosofis terbentuknya ruang kehidupan... to be continued

Tidak ada komentar:
Posting Komentar