Senin, 11 Mei 2015

EKSISTENSI ALAM GHOIB

WAKTU DALAM PANDANGAN FILSAFAT
BAB : EKSISTENSI ALAM GHOIB



A.      PENDAHULUAN
Dunia dan alam semesta ini sesungguhnya sebagian besar adalah ghoib. Hanya saat ini saja yang nyata. Yang lalu menjadi ghoib di alam fikiran dan yang akan datang jg ghoib. Apakah kita masih menganggap hari kemarin adalah nyata? Sedang kita tidak akan bisa menjumpainya lagi. Yang telah lalu menjadi sebuah gambaran yang terakumulasi di alam fikiran yang tidak beda dari sebuah mimpi. Allah menempatkan kita di alam nyata ini hanya beberapa saat saja (sepersekian detik) selebihnya adalah sebuah hakikat alam ghoib yang justru sekan2 terlihat tidak ada. Allah menyembunyikan alam ghoib itu dibalik waktu sesaat (baca : waktu saat ini) yang nilainya tidak lebih dari satu detik. Bayangkanlah betapa sempitnya waktu nyata alam semesta ini, lewat begitu cepat sesaat nyata sesaat kemudian menjadi ghoib.
Allah Ta’ala berfirman,
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).
Dijelaskan dalam ayat itu suatu hubungan antara waktu dan kesabaran. Waktu yang diumpamakan garis lurus dan kesabaran sebagai sebuah sifat dimana manusia tidak akan bisa melompati satu titik pun dari garis waktu itu, hanya bisa terdiam dan menunggu (dalam kerangka waktu) dengan nilai koefisien statis 1/c. Lalu Kemanakah kita akan lari dari waktu, setiap waktu yang berjalan hanya satu titik yang dituju. Waktu tidak akan pernah bercabang selagi kita masih berada di alam nyata sesaat ini. Dan bila Allah menghendaki waktu itu menjadi bercabang maka hal itu berarti Dia akan memindahkan kita ke waktu dalam dimensi lain dan kita telah hilang waktu nyata yang sesaat itu (baca : kematian ). Dan kita menunggu garis lurus waktu kita di titik yang mana akan berbelok. 
A.      CAHAYA PEMBENTUK RUANG
Cahaya adalah unsur philosofis terbentuknya ruang kehidupan... to be continued





Tidak ada komentar: