Selasa, 19 Mei 2015

MAULANA ALHABIB MUHAMMAD RIZIEQ SYIHAB



Lahir di Jakarta pada tanggal 24 Agustus 1965. Ayahnya Habib Husein bin Muhammad Shihab dan ibunya Syarifah Sidah Alatas. Ayahnya meninggal semenjak ia masih berumur 11 bulan, dan semenjak itulah Habib Muhammad Rizieq Shihab tidak dididik di pesantren. Namun sejak berusia empat tahun, is sudah rajin mengaji di masjid-masjid. Ibunya yang sekaligus berperan sebagai bapak dan bekerja sebagai penjahit pakaian serta perias pengantin, sangat memperhatikan pendidikan Habib Muhammad Rizieq Shihab dan satu anaknya yang lain.
Setelah lulus SD, Habib Muhammad Rizieq Shihab masuk ke SMP Pejompongan, Jakarta Pusat. Ternyata jarak sekolah dengan rumahnya di Petamburan, juga di Jakarta Pusat, terlalu jauh. Ia pun kemudian dipindahkan ke sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya, SMP Kristen Bethel Petamburan. Lulus SMA, Habib Rizieq meneruskan studinya di King Saudi University, Arab Saudi, yang diselesaikan dalam waktu empat tahun dengan predikat cum-laude. Habib Muhammad Rizieq Shihab pernah kuliah untuk mengambil S2 di Malaysia, tetapi hanya setahun. (dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Rizieq_Shihab)
Salam ta'dzim dan hormat untukmu wahai tuan guru.
saya mengenal beliau dan mencintai beliau sebagai cintaanya seorang yang ingin dianggap murid oleh gurunya. Sekalipun hanya beberapa kali saja baru melihat langsung wajah beliau di acara milad FPI di petamburan, saya sudah yakin bahwa beliau adalah guru saya. Yang membimbing ruhani murid-muridnya untuk keras terhadap ma'siat, ma'siat yang berada di luar diri kita dan ma'siat yang bersemayam dalam diri kita sebagai nafsu hati. 
beliau lebih tepat dikatakan orang yang sangat tegas bukan keras, tegas terhadap prinsipnya mengamalkan amar ma'ruf nahi munkar dan saya sangat mengagumunya sebagai sosok panutan dan guru. saya sangat sedih ketika pemberitaan media yang saya dengar banyak sekali memojokan beliau, sehingga opini publik tergerak untuk membenci sosok teguh berwibawa itu.
itulah resiko da'wah yang diemban beliau, pantang surut untuk mengajak orang menjauhi kemungkaran. namun berbagai opini kebencian yang mengarah kepada beliau pun tidak serta merta dari media pemberitaan. sebagian berasal dari pihak pihak yang mengaku sebagai pengikut / muridnya. 
antara murid dan guru tidak bisa dipisahkan dari cinta, cinta terhadap apa yang bergemuruh didadanya yang mengobarkan semangat perjuangan. Namun adakalanya fanatisme menghilangkan essensi cinta yang sesungguhnya. Sehingga ucapan keras dan tegas guru2-guru kita justru kita jadikan tameng untuk sesuatu yang berseberngan dengan pemikiran kita.
Sesungguhnya kita yang telah menjadikan guru guru kita dibenci oleh orang lain. Kita telah mengutip kata2 mulia penuh makna demi fanatisme dan nafsu pribadi. Betapa senangnya kita menggunakan ucapan2 beliau untuk menyerang lawan bicara kita, hati kita menjadi puas namun tidak terasa kita telah membentuk opini lawan bicara kita untuk semakin benci kepada beliau.
Ingatlah, kita adalah murid dan beliau adalah guru.
Apa yang kita kutip dari ucapan guru guru kita tidak akan pernah sama maknanya sekalipun diperdengarkan kepada pendengar yang sama. Apalagi kutipan ucapan yg telah diembel embeli kepentingan nafsu hati yang sangat halus. oleh karenanya Saya pribadi lebih senang mendengar langsung dari ucapan beliau, tanpa embel-embel apapun dari ucapan orang lain.
terlebih bila ada seseorang yang mengaku menjadi muridnya yang sengaja mendebat lawan bicaranya lalu mengutip ucapan ucapan beliau, saya yakin itu adalah murni untuk memenuhi hasrat nafsunya menanam benih kebencian baru kepada beliau, lalu inikah balas jasa kita kepada beliau?
bahwasannya menyampaikan pandangan seorang guru kepada orang lain adalah amanah keilmuan namun kita harus berhati hati jangan sampai dari mulut dan ucapan kita beliau guru guru kita dibenci oleh orang lain.
wahai orang orang yang memandang beliau dengan cinta, cintailah beliau dengan essensi cinta yang sesungguhnya, cinta yang membuat beliau semakin dicintai teman teman, kerabat dan orang banyak disekitar kita.
wahai orang orang yang memandang beliau dengan kebencian, dengarkanlah langsung dari lisannya. Engkau akan merasakan teduhnya sebuah ketegasan. Engkau akan menjadi yakin beliau mengajak banyak orang untuk meninggalkan ma'siat dengan cinta. jangan engkau dengarkan kutipan orang tentang apa yang beliau ucapkan dengan embel embel kepentingan mereka sendiri.
Wahai Guru kami yang telah bersusah payah dalam ketegasan da'wah. Kami tulis sambil berlinang membayangkan wajah teduhmu.
Salam cinta dan ta'dzim untuk guru kami maulana Alhabib Muhammad Rizieq Shihab matanallah bithuli hayatihi.


Tidak ada komentar: